Tanya Seorang Teman

Sabtu, 27 Agustus 2011 ketika sedang asyik-asyik mengomentari foto-foto berbuka puasa bersama yang di upload teman saya di Facebooknya, lalu ada seorang teman lagi yang memberi komentar dan bertanya seperti ini mengenai salah satu foto:

Kita masih bisa senang, tapi apakah sepuluh tahun kemudian kita mendapatkan kebahagian ini lagi?

Lantas saya termenung sejenak saat membaca komentar tersebut. Dan saya menunggu teman-teman lainnya apakah ada yang bisa menjawab pertanyaan tersebut atau tidak. Setelah menunggu cukup lama, belum ada seorang pun yang menjawab pertanyaan tersebut. Dan akhirnya saya putuskan untuk menjawab pertanyaan tersebut sendirian. Inilah jawaban saya:

Mungkin 10 atau berpuluh-puluh tahun kemudian, kebahagiaan & keceriaan seperti ini mungkin ‘tak sepenuhnya’ bisa kita rasakan lagi. Semuanya akan mulai sibuk dengan dunia barunya masing-masing. Itu sudah menjadi bagian yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan. Namun, kalau kita percaya & meyakini bahwa masih adanya ‘hari esok’, hari dimana kita semuanya dipertemukan kembali, bisa saja kebahagiaan & keceriaan yang kita rasakan saat ini, juga kita rasakan kembali pada hari itu. Mungkin hal yang paling susah untuk kita helakkan adalah saat kerinduan mulai datang menghampiri kita. Rindu dengan suasana-suasana ketika kita semuanya tertawa, bercanda, dan berkumpul bersama. Walaupun kita berusaha untuk melupakannya sejenak, namun itu tak semudah dengan apa yang kita bayangkan. Satu per satu kepingan kerinduan tersebut akan terus membayangi kita. Bahkan mampu membuat kita meneteskan air mata saat mengingat kenangan bersama tersebut. Terkadang, tanpa sengaja kepingan kerinduan itu satu per satu mulai masuk ke dalam mimpi kita. Dan membuat kita semakin dilanda dengan rasa rindu. Ya, walaupun & bagaimanapun cepat atau lambat ‘kita semua’ juga akan merasakannya. 10 atau berpuluh-puluh tahun lagi tak menjadi masalah buatku, sampai kapanpun kalian adalah temanku. 🙂

Jawaban yang saya utarakan tersebut benar-benar keluar begitu saja dari pikiran saya. Padahal belum pernah saya memberikan komentar seperti itu, apalagi dengan teman saya. Biasanya saya hanya memberikan komentar yang berisi candaan dan olok-olokan. Ya tapi, ya sudahlah. Selagi saya mampu menjawabnya, akan saya jawab. Saya senang bisa menjawab pertanyaan seperti itu. Lihat juga, makan kue di rumah teman

M. Fadhly

Hanya seorang yang gemar berbagi apa yang diketahui. Jangan lupa follow Twitter saya di @MF4dhli

Leave a Reply

Your email address will not be published.