Menulis Berdasarkan Pengalaman

Menulis bukanlah sesuatu hal yang gampang. Misalnya, sebelum belajar menulis, anak-anak SD diharapkan untuk mengenal satu-persatu huruf dan angka. Apabila mereka telah menghafal semua huruf dan angkanya, maka mereka akan berada ditingkat pelajaran selanjutnya yaitu menulis. Menuliskan apa yang telah mereka hafal tersebut ke dalam bentuk tulisan. Pada waktu menulis pun, mereka akan merasa kesulitan. Sebab, tangan (jari) mereka belum terlalu terbiasa dengan semua alat-alat tulis yang ada di meja. Jika dilatih setiap hari, selain terbiasa menggunakan alat tulis bisa jadi tulisan mereka akan jauh lebih bagus dari sebelumnya. Simak juga, pengalaman menggunakan DomaiNesia

Nah, begitu juga kalau kita menulis artikel di blog. Pada awal ngeblog kita akan sedikit merasa kesulitan dalam menulis artikel. Sebab, kita belum mengenal sebagian fungsi tombol-tombol yang ada di dalam blog. Jika kita sudah tau semua fungsinya, maka menulis artikel tidak akan sulit lagi. Yang paling sulit mungkin, dalam hal memilih kata-kata. Memilih kata-kata yang dianggap bisa membangunkan minat si pembaca dalam membaca artikel kita. Dan juga menggunakan kata-kata yang mudah dipahami oleh semua orang.

Namun, menulis akan terasa lebih enak jika yang kita tuliskan tersebut sesuai dengan pengalaman yang kita alami. Ya,,,mungkin pengalamanlah yang membedakan imajinasi setiap penulis. Dengan adanya pengalaman, kita akan lancar dalam menulis artikel. Setiap kata atau kalimat sudah terbayang dibenak kita. Hanya tinggal menuangkannya saja.

Berbeda sekali jika kita menulis artikel tidak berdasarkan pengalaman. Menulis akan terasa sangat sulit sekali dari yang dibayangkan. Karena itulah, menulis berdasarkan pengalaman itu jauh lebih baik. ^^

M. Fadhly

Hanya seorang yang gemar berbagi apa yang diketahui. Jangan lupa follow Twitter saya di @MF4dhli

Leave a Reply

Your email address will not be published.