Cinta Itu?

Seseorang yang kini telah pergi mungkin tak akan pernah kembali karena dia tau ada yang lebih di luar sana daripada orang yang pernah bersamanya dahulu. Sama halnya dengan burung, saat burung keluar dari sangkarnya mungkin dia tak akan pernah kembali karena burung tau di luar sana ada sesuatu yang baru yang tak pernah di lihatnya selama ini. Hmm.. jika bicara cinta, rasanya seperti tak adil. Kenapa harus ada melukai-dilukai?

Mengecewakan-dikecewakan? Karena yang aku tau cinta itu indah, cinta itu membawa kebahagiaan, cinta tak pernah ada rasa sakit. Tapi, setelah aku jatuh ke dalam hal ini, aku semakin tau apa itu cinta sesungguhnya. Saat aku berusaha memperjuangkan orang dan dia malah memperjuangkan orang lain, saat aku berusaha membuatnya bahagia tapi dia malah membuatku kecewa. Rasanya aku ingin sekali lepas dari hal cinta, tapi cinta itu seperti narkoba. Sekali kita mencobanya kita akan ketagihan untuk merasakannya walaupun kita tau bahwa itu hanya akan membuat kita rugi. Simak juga, dunia dikuasai oleh angka

Rugi? Rasanya tidak. Cinta tak membawa kerugian, jika kita benar menemukan orang yang tepat. Tepat dalam hal dia sama-sama ingin berjuang, tak hanya ingin diperjuangkan saja. Cinta kadang hanya dengan cara memandang saja telah mampu membuatnya jatuh cinta, padahal yang dia lihat bukanlah dia yang sesungguhnya. Dia hanya melihatnya dari luar, ibarat buku dia hanya melihat dari cover. Padahal dia tidak tau di dalamnya itu apakah buku tulis biasa atau buku tulis halus? Yang dia tau hanya dia terlihat menarik, dia tampan, dia cantik, dia menarik, dia berbeda. Berbeda? Tidak. Hanya saja ada sesuatu yang baru yang baru ditemukan yang kebetulan sesuatu itu ada di dirinya. Cinta kadang terasa singkat, saat kita memandangnya kemuadian kita saling jatuh cinta, kita memutuskan untuk menjalin hubungan lalu muncul kebohongan dan akhirnya kita berpisah. Cinta yang begitu awalnya terasa singkat bisa menjadi sesuatu yang berakhir sangat cepat pula.

Cinta mungkin bisa membuat kita seperti orang paling bodoh yang pernah ada, saat kita tau kita disakiti dan kita memilih bertahan, saat kita di tinggalkan dan kita memilih menunggu, saat kita di kecewakan berulang kali dan kita memilih untuk memaafkan. Cinta berusaha menutupi segalanya dengan alasan satu ‘aku menyayanginya’. Rasanya dengan berkata seperti itu semua air mata seakan tertahan, menutupi kesedihan dan berusaha tegar.

Terima kasih kepada Wiwik Widiyastuti (widiyastuti.wiwik@yahoo.co.id) yang telah menulis dan mengirim tulisan ini. Semoga sukses selalu.

M. Fadhly

Hanya seorang yang gemar berbagi apa yang diketahui. Jangan lupa follow Twitter saya di @MF4dhli

Leave a Reply

Your email address will not be published.